Menjelang Malam
lihatlah dunia menjelang malam
seperti labirin yang memerlukan cahaya
mereka nyalakan lampion di sudut kota
tanpa lelah mereka memburu amarah
yang berdiam di balik ketiak sampah
di antara sumpah serapah
tak ada waktu beristirah
melepas penat dan peluh di wajah
mereka telah terjajah
tak pernah menyerah
tak pernah mau kalah
Bandung
Thursday, March 01, 2007
puisi
DALAM KENANGAN
-buat fn dee
suatu waktu kita pernah bersua
dalam perjamuan sastra, di pinggir ingatan
kita bercanda dalam kata, berdiskusi dalam puisi
tapi kau sendiri dalam sunyi
suatu waktu kita pernah berlari
bersama mengejar matahari
yang terbit dari novel, drama, skenario, dan puisi
tapi kau sendiri dalam nyanyi
suatu waktu kita pernah berpisah
aku di Jakarta, kau meregang nyawa
saat itu aku sedang makan malam
tapi kau sendiri dalam diam
kau tak sempat berucap
aku tak sempat berucap
selamat tinggal
Jakarta-Bandung 2005-2007
-buat fn dee
suatu waktu kita pernah bersua
dalam perjamuan sastra, di pinggir ingatan
kita bercanda dalam kata, berdiskusi dalam puisi
tapi kau sendiri dalam sunyi
suatu waktu kita pernah berlari
bersama mengejar matahari
yang terbit dari novel, drama, skenario, dan puisi
tapi kau sendiri dalam nyanyi
suatu waktu kita pernah berpisah
aku di Jakarta, kau meregang nyawa
saat itu aku sedang makan malam
tapi kau sendiri dalam diam
kau tak sempat berucap
aku tak sempat berucap
selamat tinggal
Jakarta-Bandung 2005-2007
Subscribe to:
Posts (Atom)