<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-36874968</id><updated>2011-04-21T16:26:12.956-07:00</updated><title type='text'>PENYAIR, PUISI, CINTA, DAN SEBAGAINYA</title><subtitle type='html'>Moh Syarif Hidayat lahir di Panjalu-Ciamis pada tanggal 28 Juli 1976.

Sejak 2004 bekerja di Balai Bahasa Bandung sebagai Peneliti bahasa dan sastra. Alumni Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mohsyarifhidayat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36874968/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsyarifhidayat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>mohsyarifhidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17380390655103979879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36874968.post-7748118648075366039</id><published>2007-03-01T19:28:00.000-08:00</published><updated>2007-03-01T19:30:01.838-08:00</updated><title type='text'>puisi</title><content type='html'>Menjelang Malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihatlah dunia menjelang malam&lt;br /&gt;seperti labirin yang memerlukan cahaya&lt;br /&gt;mereka nyalakan lampion di sudut kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa lelah mereka memburu amarah&lt;br /&gt;yang berdiam di balik ketiak sampah&lt;br /&gt;di antara sumpah serapah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada waktu beristirah&lt;br /&gt;melepas penat dan peluh di wajah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka telah terjajah&lt;br /&gt;tak pernah menyerah&lt;br /&gt;tak pernah mau kalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36874968-7748118648075366039?l=mohsyarifhidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsyarifhidayat.blogspot.com/feeds/7748118648075366039/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36874968&amp;postID=7748118648075366039&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36874968/posts/default/7748118648075366039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36874968/posts/default/7748118648075366039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsyarifhidayat.blogspot.com/2007/03/puisi_01.html' title='puisi'/><author><name>mohsyarifhidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17380390655103979879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36874968.post-3384933929497872355</id><published>2007-03-01T00:04:00.000-08:00</published><updated>2007-03-01T00:12:11.907-08:00</updated><title type='text'>puisi</title><content type='html'>DALAM KENANGAN&lt;br /&gt;-buat fn dee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu waktu kita pernah bersua&lt;br /&gt;dalam perjamuan sastra, di pinggir ingatan&lt;br /&gt;kita bercanda dalam kata, berdiskusi dalam puisi&lt;br /&gt;tapi kau sendiri dalam sunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu waktu kita pernah berlari&lt;br /&gt;bersama mengejar matahari&lt;br /&gt;yang terbit dari novel, drama, skenario, dan puisi&lt;br /&gt;tapi kau sendiri dalam nyanyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu waktu kita pernah berpisah&lt;br /&gt;aku di Jakarta, kau meregang nyawa&lt;br /&gt;saat itu aku sedang makan malam&lt;br /&gt;tapi kau sendiri dalam diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau tak sempat berucap&lt;br /&gt;aku tak sempat berucap&lt;br /&gt;selamat tinggal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta-Bandung 2005-2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36874968-3384933929497872355?l=mohsyarifhidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsyarifhidayat.blogspot.com/feeds/3384933929497872355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36874968&amp;postID=3384933929497872355&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36874968/posts/default/3384933929497872355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36874968/posts/default/3384933929497872355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsyarifhidayat.blogspot.com/2007/03/puisi.html' title='puisi'/><author><name>mohsyarifhidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17380390655103979879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36874968.post-3923613323397293557</id><published>2007-02-25T22:17:00.000-08:00</published><updated>2007-02-25T22:21:15.356-08:00</updated><title type='text'>Esai Sastra</title><content type='html'>Memahami Dusta dan Kebenaran dalam Sastra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita pahami bersama, bahwa selain sebagai dunia rekaan (bukan nyata) dan sebagai dunia refleksi, sastra ternyata juga bisa dikatakan sebagai sebuah dusta. Sastra adalah dusta di dalam dirinya. Dikatakan demikian, lantaran sastra dapat menjadi 'kebenaran' melalui 'pembenaran-pembenaran' yang terjadi secara individual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kebenaran dan dusta itu tak ada satu pun prosedur yang memungkinkannya menjadi 'kebenaran' atau 'dusta' massal atau kolektif. Semua bisa terjadi dalam dunia kemungkinan, sebagaimana semua pihak dapat menerima atau menolaknya melalui standar pribadi yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpulannya, dusta dan kebenaran dalam sastra memang tak terbatas, keduanya sedemikian rupa bias bercampur bagai molekul yang saling melarut. Ketika sastra diminta atau dipaksa mendesakkan dunia rekaannya pada pihak lain, ia berhenti menjadi seni. Mungkin ia berubah menjadi slogan, propaganda, agama, sains, atau ideologi. Dan sastra, tak berdaya untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam bukunya yang berjudul Kebenaran dan Dusta dalam Sastra, Radhar Panca Dahana menulis, bahwa jika hal di atas terjadi, maka sastra akan bernasib seperti kotak mainan anak, ia akan tergeletak di pojok, di atas lemari baju, atau teronggok di balik etalase barang elektronik; lusuh dan berdebu, terlupakan, tak terbeli. Begitu lemahkah sastra? Demikian kira-kira Radhar kembali bertanya. Sebuah pertanyaan yang kembali membutuhkan jawaban idealistis, mitologis, romantis atau kadang-kadang terlalu dramatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya pertanyaan itu tidak bergema dan bergayut sekalipun, pertanyaan atas posisi sastra akan senantiasa ada, tak pernah berhenti, tak pernah tuntas, dan tak pernah ada simpulan, penyelesaian, atau batasan-batasan definitifnya. Semua sekadar catatan bahwa manusia memang menjalani sebuah proses untuk menemukan dirinya sendiri, menyempurnakan pemahaman-pemahaman atas dunia, menempatkan posisi yang labil di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra dan pertanyaan-pertanyaan itu senantiasa berulang dan tujuan sebenarnya adalah untuk menemukan manusia yang ternyata selalu hilang (dalam setiap perubahan zamannya). Semua bergulir dalam satu pusat yang tak terhindarkan: rekonstitusi dan rekonstruksi manusia serta efek-efek lain yang ditimbulkannya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia imajinasi yang ditata dalam karya sastra adalah semesta yang menghimpunnya tak hanya 'kesadaran akal' namun juga 'kesadaran batin' dan 'kesadaran badan'. Dunia empirik yang ada padanya tak dapat dijelaskan oleh kategori sehari-hari yang kita pahami, sebagaimana pengalaman batin dan badan takkan pernah mampu kita jelaskan secara menyeluruh. Karakter inilah yang membedakan karya sastra dari produk laboratorium, karya jurnalistik, telaah sejarah, atau penyusunan biografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, seorang pembaca hendaknya memiliki ancang-ancang sendiri untuk menghadapi karya sastra, karena sekali lagi --semua bergulir dalam satu pusat yang tak terhindarkan: rekonstitusi dan rekonstruksi manusia serta efek-efek lain yang ditimbulkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kiranya, pemikiran tentang rekonstruksi manusia serta efek-efek yang ditimbulkannya itu --serta gagasan menarik dari Radhar Panca Dahana tentang kebenaran dan dusta dalam sastra-- akan menjadi menarik apabila lebih dikaji dalam suatu objek kajian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali juga merupakan sebuah objek kajian yang menggelitik, bila kita melirik kembali rekonstruksi sebuah naskah sejarah menjadi karya sastra, misalnya --naskah Perang Bubat. Naskah sejarah Perang Bubat merupakan satu contoh bentuk naskah sejarah yang bisa kita lihat, telah banyak mengalami rekonstruksi dari pengarang dalam wilayah kultur berbeda, antara pengarang berasal dari kultur sosial Jawa dan Sunda masih merupakan satu kajian yang tak pernah selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah Perang Bubat sebagai bentuk naskah sejarah ini jelas menjadi naskah karya sastra manakala di dalamnya telah terjadi rekonstruksi oleh pengarang melalui wacana dialog tokoh-tokohnya yang tidak pernah tercatat dalam sejarah. Hal ini sebagaimana yang terjadi dalam bentuk naskah-naskah lain, semisal dalam naskah Ken Arok - Ken Dedes-nya Pramoedya. Namun, rekonstruksi seperti itu jelas berbeda dengan rekonstruksi naskah yang berbau sejarah seperti Rumah Kaca, Bumi Manusia, atau lain-lainnya yang kemudian direkonstruksi menjadi sebuah karya sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekonstruksi naskah Perang Bubat menjadi menarik karena di dalamnya melibatkan berbagai aspek emosi atas pembelaan terhadap sebuah ras, kesukuan dalam dua kultur: Sunda dan Jawa. Dan sebagaimana kita maklumi juga, bahwa dua kubu suku ini telah mengalami 'keretakan' secara latar sosialnya --karena persoalan yang pernah ditimbulkan dalam Perang Bubat itu sendiri sebagai sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian hadir berbagai persoalan khususnya yang menyangkut posisi sebuah karya sastra itu sendiri di tengah rekonstruksi yang demikian, juga tanggung jawab seorang pengarang, dan kesiapan seorang pembaca, apakah masih menganggap naskah seperti itu sebagai karya sastra manakala di dalamnya terjalin rangkaian dialog antartokohnya sebagai hasil rekonstruksi pengarang, serta posisi 'dusta' dan 'kebenaran' yang bukan lagi bergerak dalam batas-batas realitas antara sesuatu yang bersifat empiris dan imajis, melainkan sudah melibatkan aspek-aspek subjektivitas pengarang dengan segala bentuk konsekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah kita mulai memahami, bahwa karya sastra bisa menjadi dusta dan kebenaran. Di sini pula kita mulai memahami bahwa 'dusta' yang sesungguhnya adalah 'dusta' hasil rekonstruksi seorang pengarang dari naskah sejarah ke karya sastra, walau sekali lagi --secara garis besar cerita-- tidak beranjak dari kebenaran peristiwa sejarah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekonstruksi naskah sejarah ke sastra dipandang sebagai sebuah 'dusta', manakala aspek-aspek individualisme, bahkan --komunalisme-- telah berlaku di dalamnya. Di situ kita memahami bagaimana posisi 'kebenaran' naskah sebagai sejarah yang diyakini kebenarannya, dan bagaimana posisi 'dusta' dalam naskah sejarah itu sendiri yang telah mengalami rekonstruksi. Sebuah 'dusta' yang sesungguhnya berada di luar keberadaan sebuah karya sastra karena terkait dengan latar belakang pengarang. Dan seorang pembaca, kiranya perlu untuk tahu keberadaan posisinya, bukan hanya berpegangan pada aspek-aspek individual atau komunal. Sebuah kajian yang tentunya memerlukan ruang tersendiri sebagai satu penelitian yang belum tuntas. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oleh: Herwan FR&lt;br /&gt;Sumber: Republika Online&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36874968-3923613323397293557?l=mohsyarifhidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsyarifhidayat.blogspot.com/feeds/3923613323397293557/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36874968&amp;postID=3923613323397293557&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36874968/posts/default/3923613323397293557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36874968/posts/default/3923613323397293557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsyarifhidayat.blogspot.com/2007/02/esai-sastra.html' title='Esai Sastra'/><author><name>mohsyarifhidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17380390655103979879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36874968.post-6471413579493572282</id><published>2007-02-25T22:13:00.000-08:00</published><updated>2007-02-25T22:16:51.040-08:00</updated><title type='text'>Catatan Harian</title><content type='html'>suatu hari, istriku pernah bercerita tentang seseorang. seseorang tersebut merasa tidak enak hati karena dilecehkan tetanggganya. karena ingin balas dendam terhadap tetangganya itu, seseorang tersebut kemudian menutup jalan menuju rumah tetangganya tersebut. aku jadi teringat pada sajak "Tetangga" yang pernah kubuat sekira 5 tahun lalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36874968-6471413579493572282?l=mohsyarifhidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsyarifhidayat.blogspot.com/feeds/6471413579493572282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36874968&amp;postID=6471413579493572282&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36874968/posts/default/6471413579493572282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36874968/posts/default/6471413579493572282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsyarifhidayat.blogspot.com/2007/02/catatan-harian.html' title='Catatan Harian'/><author><name>mohsyarifhidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17380390655103979879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36874968.post-8747810939597604875</id><published>2007-01-03T18:52:00.001-08:00</published><updated>2007-01-03T18:55:57.588-08:00</updated><title type='text'>Sajak-sajak lama</title><content type='html'>KEPADA LASYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kau kenakan juga jubah sajak itu dalam kencan malam&lt;br /&gt;Sementara hujan menjadi sahabat&lt;br /&gt;Menyusuri lorong kata yang gelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kau tatap wajah kekasih&lt;br /&gt;Sampai kemudian ia merebahkan tubuhnya&lt;br /&gt;Dalam penantian panjang dadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 2000&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI TEPI KUBUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tepi kubur kutaburkan sajak doa&lt;br /&gt;Dan seribu kerinduan menyapa&lt;br /&gt;Dalam mimpi-mimpi malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tepi kubur kujemput sunyi&lt;br /&gt;Mengambang di udara yang papa&lt;br /&gt;Mengusir jerit ketakutan dari mimpi malam&lt;br /&gt;Tentang seseorang yang meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 2000&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEPADA NOOR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintaimu bagaikan sekelebat bayangan&lt;br /&gt;Bulan di atas kepala, berkilauan di rambut usia&lt;br /&gt;Hilang dalam jejak-jejak malam&lt;br /&gt;Menuju kenangan musim&lt;br /&gt;Kemarau yang risau, menjelma kerinduan menahun.&lt;br /&gt;Adapun mengingatmu adalah tidurnya kelelawar&lt;br /&gt;Yang lelah mengurai malam menjadi catatan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kesunyian mengisi jiwaku yang papa,&lt;br /&gt;Kesunyian ketika rambutmu tak panjang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 2000&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANGANDARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hujan menjadi sahabatku yang kekal;&lt;br /&gt;Pasir putih, batu karang, dan goa-goa masa silam&lt;br /&gt;Seperti properti pentas kesepian dalam rinai gerimis&lt;br /&gt;Akupun menahan nafas yang sesak&lt;br /&gt;Mata menerawang ke hutan yang dijaga kera-kera&lt;br /&gt;Menjadi sejarah kita yang rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangandaran, 9910&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGENANG POPO ISKANDAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucing-kucing pun menangis di jasadmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 2000&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DALAM LANGGAM MEGA SUTRA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau dendangkan nyanyian kasmaran&lt;br /&gt;Dari lidah kenangan.&lt;br /&gt;Akupun meradang memanggil kesunyian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 2000&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENUNGGU SEPI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu sepi berpaling dari wajahku&lt;br /&gt;Agar ceria hari-hari pengorbanan&lt;br /&gt;Tak ada lagi kesengsaraan dan pergulatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu maut yang tak kunjung datang&lt;br /&gt;Kukibarkan bendera peperangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengusir sepi yang lama menyelimuti&lt;br /&gt;Keinginan dan kasih sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sepi telah menjadi kawan abadi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 2000&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUAT SRI MARYATI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar itu masih seperti sediakala&lt;br /&gt;Pajangan puisi cinta dan sejumlah kenangan&lt;br /&gt;Berbaris rapi di dinding kamar.&lt;br /&gt;Rak buku, tape, meja, dan tempat tidurmu&lt;br /&gt;Menempati ruangnya sendiri&lt;br /&gt;Aku bagai pulang ke kamar sendiri,&lt;br /&gt;Bercengkrama dengan burung-burung&lt;br /&gt;Di pagar kayu hitam&lt;br /&gt;Tapi dingin mengusik persendian&lt;br /&gt;Juga hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemanakah lagi harus kulangkahkan&lt;br /&gt;Rindu yang lapar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledeng, 2000&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUAT NONA YULIANTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya itulah sajak terakhir&lt;br /&gt;Cuaca di luar telah berubah dingin&lt;br /&gt;Tak ada lagi perjalanan malam&lt;br /&gt;Tak ada lagi acara menanam bunga di tepi kolam&lt;br /&gt;Mereka berguguran&lt;br /&gt;Dan kita bercakap dalam diam&lt;br /&gt;Seperti karang yang angkuh, sendiri&lt;br /&gt;Tapi aku tahu,&lt;br /&gt;Laut pun menguraikan kebijaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 2000&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUAT TEITRI YULISTIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kertas-kertas itu berhamburan di kelopak mataku&lt;br /&gt;Jari-jari menjadi kaku,&lt;br /&gt;Seribu pertanyaan menginginkan jawab&lt;br /&gt;Tapi wajahmu yang samar adalah benih dari keraguan.&lt;br /&gt;Hati ini menjadi rentan oleh setiap tegur sapa&lt;br /&gt;Meski aku tahu bahwa engkau pemuja kata-kata&lt;br /&gt;Dan penikmat jerit penyair di ruang gelap.&lt;br /&gt;Kesabaranmu itu bagai daun&lt;br /&gt;Merontokkan dirinya, mengecup tanah basah&lt;br /&gt;Dan aku, tri, hanyalah puing-puing dari masa silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 2000&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36874968-8747810939597604875?l=mohsyarifhidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://cybersastra.net/antologi_puisi/msyarif_hidayat.shtml' title='Sajak-sajak lama'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsyarifhidayat.blogspot.com/feeds/8747810939597604875/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36874968&amp;postID=8747810939597604875&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36874968/posts/default/8747810939597604875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36874968/posts/default/8747810939597604875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsyarifhidayat.blogspot.com/2007/01/sajak-sajak-lama.html' title='Sajak-sajak lama'/><author><name>mohsyarifhidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17380390655103979879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36874968.post-2858748360338073639</id><published>2007-01-03T18:43:00.000-08:00</published><updated>2007-01-03T18:50:56.501-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Lahir di Panjalu-Ciamis pada tanggal 28 Juli 1976. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 2004 bekerja di Balai Bahasa Bandung sebagai Peneliti bahasa dan sastra. Alumni Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Bersama Lukman A Sya pernah memimpin Arena Studi Apresiasi Sastra (ASAS) UPI Bandung (1997-1998). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis puisi dan sejumlah tulisan lainnya sejak memasuki bangku perguruan tinggi. Aktif di beberapa komunitas sastra dan forum menulis seperti di ASAS UPI Bandung, Madrasah Budaya, dan ketua Asosiasi Membaca dan Menulis Bandung (AMMB). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya-karyanya berupa puisi, esai, dan resensi dimuat di berbagai media massa Bandung dan Jakarta, seperti di Bandung Pos, Hikmah, Suara Publik, Pikiran Rakyat, Galamedia, Media Pembinaan, Tabloid AKSI, Suara Pembaruan, Republika, dan lain-lain. Selain itu sejumlah puisinya termuat dalam antologi Ketika Matahari…(1998). Sejumlah puisinya Juga pernah dibacakan di Radio Ganesha Bandung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36874968-2858748360338073639?l=mohsyarifhidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsyarifhidayat.blogspot.com/feeds/2858748360338073639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36874968&amp;postID=2858748360338073639&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36874968/posts/default/2858748360338073639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36874968/posts/default/2858748360338073639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsyarifhidayat.blogspot.com/2007/01/lahir-di-panjalu-ciamis-pada-tanggal-28.html' title=''/><author><name>mohsyarifhidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17380390655103979879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36874968.post-2178305393685981569</id><published>2007-01-03T18:38:00.000-08:00</published><updated>2007-02-25T22:11:22.819-08:00</updated><title type='text'>Keluargaku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2EVh5uRIZVk/ReJ4KRWH4GI/AAAAAAAAAAs/tK9PZPWGcyU/s1600-h/DSC00123.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2EVh5uRIZVk/ReJ4KRWH4GI/AAAAAAAAAAs/tK9PZPWGcyU/s200/DSC00123.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5035719451203854434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2EVh5uRIZVk/ReJ0cxWH4FI/AAAAAAAAAAg/-Fd78qXPaX8/s1600-h/DSC00259.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2EVh5uRIZVk/ReJ0cxWH4FI/AAAAAAAAAAg/-Fd78qXPaX8/s200/DSC00259.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5035715370984923218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2EVh5uRIZVk/ReJ5MxWH4JI/AAAAAAAAABE/nL34NlXFzJM/s1600-h/DSC00194.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2EVh5uRIZVk/ReJ5MxWH4JI/AAAAAAAAABE/nL34NlXFzJM/s200/DSC00194.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5035720593665155218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2EVh5uRIZVk/ReJ4xRWH4II/AAAAAAAAAA8/9iQM_5tiYgk/s1600-h/DSC00091.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2EVh5uRIZVk/ReJ4xRWH4II/AAAAAAAAAA8/9iQM_5tiYgk/s200/DSC00091.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5035720121218752642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2EVh5uRIZVk/ReJ4kRWH4HI/AAAAAAAAAA0/oJD6k7azLg0/s1600-h/DSC00090.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2EVh5uRIZVk/ReJ4kRWH4HI/AAAAAAAAAA0/oJD6k7azLg0/s200/DSC00090.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5035719897880453234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36874968-2178305393685981569?l=mohsyarifhidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsyarifhidayat.blogspot.com/feeds/2178305393685981569/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36874968&amp;postID=2178305393685981569&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36874968/posts/default/2178305393685981569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36874968/posts/default/2178305393685981569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsyarifhidayat.blogspot.com/2007/01/blog-post.html' title='Keluargaku'/><author><name>mohsyarifhidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17380390655103979879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2EVh5uRIZVk/ReJ4KRWH4GI/AAAAAAAAAAs/tK9PZPWGcyU/s72-c/DSC00123.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36874968.post-116227263670054764</id><published>2006-10-30T21:30:00.000-08:00</published><updated>2007-01-03T18:18:01.631-08:00</updated><title type='text'>penyair</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.penyair-mohsyarifhidayat.blogspot.com/"&gt;penyair&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36874968-116227263670054764?l=mohsyarifhidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsyarifhidayat.blogspot.com/feeds/116227263670054764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36874968&amp;postID=116227263670054764&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36874968/posts/default/116227263670054764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36874968/posts/default/116227263670054764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsyarifhidayat.blogspot.com/2006/10/penyair.html' title='penyair'/><author><name>mohsyarifhidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17380390655103979879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
